Penilaian hasil belajar tidak hanya pengetahuan tetapi juga keterampilan. Dalam pembelajaran Al-Quran Hadits peserta didik harus mengikuti penilaian keterampilan. Salah satu penilaian keterampilan yang dilakukan adalah keterampilan peserta didik dalam menghafalkan ayat yang dipelajari dalam semester tersebut. Penilaian keterampilan menghafalkan ayat ini, peserta didik tidak termotivasi menyetorkan hafalannya. Padahal guru telah memberitahukan pada minggu sebelumnya untuk menyetorkan hafalan pada pertemuan minggu berikutnya.

Setelah satu minggu berlalu, peserta didik lebih dari setengah dari jumlah peserta didik di kelas itu yang tidak menyetorkan hafalannya, bahkan mereka baru mulai menghafal di kelas pada saat diminta oleh guru agar membacakan hafalannya di depan kelas. Mereka hanya menunggu temannya yang sudah menghafal ke depan kelas untuk menyetorkannya kepada guru. Peserta didik yang lain hanya duduk-duduk, dan apabila guru meminta mereka ke depan kelas mereka berdalih sedang menghafal. Hal itu berlangsung sampai jam pelajaran habis. Minggu depannya lagi, guru meminta hafalan lagi, mereka juga menjawab dengan hal yang sama seperti yang terjadi minggu yang lalu. Hal itu merupakan kendala yang berat karena mereka akan terbebani dengan hafalan yang belum disetorkan nanti akan ditambah lagi dengan hafalan ayat yang baru.

Menghadapi hal di atas guru mencobakan cara baru dengan membawa peserta didik ke lapangan dengan membawa buku catatan dan menghafalkan kepada guru satu persatu. Peserta didik yang belum hafal akan disuruh antri ke belakang temannya sambil berdiri dan menghafalkan ayat yang akan disetorkan kepada guru. Peserta didik yang sudah hafal akan dipersilahkan duduk sambil diberi tugas yang berhubungan dengan materi ayat yang sedang dipelajari. Melihat temannya yang sudah hafal dipersilahkan duduk, ditambah lagi dengan capeknya berdiri, kemudian mereka tidak bisa mengerjakan hal-hal lain selain menghafal, maka mereka akan berusaha secepat mungkin untuk menghafal ayat yang sudah ditentukan. Cara menyetorkan hafalan dengan cara seperti itu terbukti dapat mempercepat peserta didik untuk segera menyetorkan hafalannya, hal itu terlihat dari kolom penilaian keterampilan menghafal ayat tidak ada lagi yang kosong. Mudah-mudahan cara ini dapat diterapkan pula oleh guru lain pada mata pelajaran lain agar peserta didik termotivasi dengan cepat untuk menyetorkan hafalan materi pelajaran yang menuntut hafalan. Semoga berhasil...(Ikrimah).