Padang, humas — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Padang, Edy Oktafiandi, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan absen digital siswa di MIN 4 Kota Padang, Jumat (31/10) pagi pukul 06.45 WIB, sesaat sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.

Kegiatan ini bertujuan untuk melihat langsung efektivitas dan kelancaran penggunaan sistem absen digital berbasis Internet of Things (IoT) yang telah dilaunching oleh Ka Kankemenag Kota Padang sendiri pada 25 Agustus 2025 lalu. Dalam kunjungan tersebut, Edy Oktafiandi didampingi oleh Kepala Madrasah Desniwati, Koordinator Kurikulum Efna Yulita, dan Koordinator Kesiswaan Alpan Suri.

Absen digital siswa MIN 4 Kota Padang ini menjadi program inovatif dalam upaya meningkatkan disiplin kehadiran siswa sekaligus memperkuat sinergi antara madrasah dan orang tua. Melalui sistem ini, data kehadiran siswa terkoneksi langsung ke ponsel wali murid, sehingga orang tua dapat memantau kehadiran anak secara real time.

Dalam monev tersebut, Edy Oktafiandi menyampaikan apresiasi terhadap penerapan program absen digital yang telah berjalan sesuai rencana. Ia juga memberikan masukan agar perangkat mesin absen ditambah, terutama di titik-titik strategis, agar akses siswa dalam melakukan absensi menjadi lebih lancar dan cepat.

“Program ini sangat baik dan harus terus dijalankan sesuai rencana. Jika memungkinkan, tambah lagi alat absensinya agar tidak terjadi antrean panjang saat jam masuk dan pulang,” ujar Edy.

Sementara itu, Kepala MIN 4 Kota Padang Desniwati menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan perbaikan dan penyesuaian teknis sesuai arahan dari Kankemenag Kota Padang. Ia berharap sistem absen digital ini dapat diperluas untuk seluruh jenjang kelas, tidak hanya kelas V dan VI.

“Kami akan menindaklanjuti saran Bapak Ka Kankemenag. Semoga sistem ini dapat diterapkan juga untuk seluruh siswa agar disiplin dan keterlibatan orang tua semakin meningkat,” ungkap Desniwati.

Dengan penerapan sistem absen digital berbasis IoT ini, MIN 4 Kota Padang terus menunjukkan komitmennya sebagai madrasah modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mendukung program transformasi digital Kementerian Agama Republik Indonesia. (dpr)