Madrasah sebagai lembaga pendidikan formal berciri khas agama Islam merupakan salah satu lembaga pendidikan anak yang memiliki tanggungjawab untuk melatih dan mengembangkan fungsi-fungsi otak, fungsi gerak tubuh, dan fungsi keseimbangan emosional. Madrasah pulalah yang menjadi tempat tumbuh kembangnya daya kreativitas dan aktivitas anak. Untuk memaksimalkan fungsi-fungsi otak tersebut, madrasah menyelenggarakan proses pembelajaran yang bersifat kurikuler dan ekstrakurikuler. Sebagaimana kita ketahui bahwa proses belajar mengajar di kelas sarat dengan muatan pendidikan yang menuntut aktifitas kerja dari otak kiri. Mata pelajaran umum, tematik ataupun mata pelajaran agama/keagamaan yang lebih menekankan pada fungsi kerja dari otak kiri yaitu lebih dominan dalam fungsi bahasa verbal, disamping itu otak kiri juga mengerjakan fungsi logika dan komputasi matematika, fungsi otak kiri ini bisa disebut sebagai pengendali Intelligent Quotient (IQ). Fungsi tersebut ternyata tidak ditemui pada kerja otak bagian kanan, karena otak kanan lebih berfungsi dalam pengembangan emotional quotient (EQ). Kerja otak kanan lebih berhubungan dengan kemampuan intuitif seni, misalnya: menyanyi, menari, melukis dan lain-lain kemampuan merasakan pusat khayalan dan kreativitas serta pengendalian ekspresi manusia. Biasanya fungsi otak kanan ini direalisasikan pada aktifitas peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler, dan pengembangan diri.

Ekstrakurikuler di MIN 4 Kota Padang terdiri dari ekstrakurikuler wajib yaitu, pramuka, dan ekstrakurikuler pilihan, berupa pidato, tahfidz, drumband, pencak silat, seni tari, seni musik, qasidah dan lain-lain. MIN 4 Kota Padang dalam hal ini menetapkan mata pelajaran ekstrakurikuler dan pengembangan diri dilaksanakan setiap hari Sabtu, maka hari Sabtu adalah hari pengembangan bakat dan kemampuan dari semua peserta didik. Kegiatan hari Sabtu dimulai dari kegiatan praktek shalat fardhu berjama’ah, praktek shalat jenazah dilanjutkan dengan shalat dhuha, dan sarapan pagi bersama. Selanjutnya peserta didik dibagi menurut bidang ekstrakurikuler yang dipilihnya. Maka jadilah hari Sabtu kelas dan lapangan MIN 4 Kota Padang berubah menjadi ajang pementasan bakat dan kemampuan peserta didiknya.

Kegiatan ini sejalan dengan kegiatan untuk menyeimbangkan fungsi kerja otak kiri yang telah dilakukan sejak hari Senin sampai hari Jum’at melalui proses belajar mengajar di kelas dengan fungsi kerja otak kanan, sehingga semua peserta didik dapat berkembang Intelligent Quotient (IQ), dan berkembang pula emotional quotient (EQ) yang bermuara pada pembentukan generasi muda Islami yang memiliki pengetahuan berwawasan teknologi, memiliki karakter religius dan mampu membentengi diri serta sanggup mengatasi ancaman global (Erdamawati (Waka Kesiswaan MIN 4 Padang)).