Padang, humas – Kepala MIN 4, Desniwati, bersama guru koordinator kurikulum, Efna Yulita, mengikuti Workshop Pembelajaran Mendalam & Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Sumatera Barat di Basko Hotel, pada 19 – 20 September 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala dan satu guru per madrasah se-Sumatera Barat. Workshop resmi dibuka oleh Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Edison Yusri, serta dihadiri oleh Ketua Tim GTK Madrasah, Jhon Of Rizal One, yang mewakili Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumatera Barat, dan Ketua KKMI Sumatera Barat, M. Yusuf.
Dalam sambutannya, Edison mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. “Workshop ini merupakan langkah penting dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mendalam secara akademis, tetapi juga menumbuhkan nilai kasih sayang, kepedulian, dan cinta dalam kurikulum madrasah. Saya berharap para kepala madrasah dan guru yang hadir dapat mengimplementasikan konsep Kurikulum Berbasis Cinta di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KKMI Sumatera Barat, M. Yusuf, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya penyegaran dan inovasi dalam dunia pendidikan madrasah. “Kurikulum Berbasis Cinta menjadi wujud nyata bahwa pendidikan tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga tentang karakter, akhlak, dan sikap peduli. Dengan adanya workshop ini, kami ingin para guru lebih percaya diri dalam membawa perubahan di kelas,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala MIN 4, Desniwati, menyampaikan rasa syukur dan harapannya setelah mengikuti workshop. “Kegiatan ini membuka wawasan kami tentang bagaimana menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa. Saya berharap ilmu yang kami dapatkan bisa segera diterapkan di MIN 4, sehingga anak-anak tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tumbuh dengan hati yang penuh cinta,” ungkapnya.
Adapun narasumber utama dalam kegiatan ini adalah tenaga pendidik dari MAN Insan Cendekia Padang Pariaman, Darwin dan Hendri Sakti, yang memaparkan strategi pembelajaran mendalam serta penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.
Workshop ini diharapkan menjadi wadah penguatan kompetensi pendidik agar mampu menciptakan suasana belajar yang bermakna, menyenangkan, dan selaras dengan nilai-nilai karakter.(dpr)