Padang, humas — Suasana malam di Jalan Bagindo Aziz Chan berubah semarak saat ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat turut serta dalam Pawai Telong-telong yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Padang ke-356. Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah warga MIN 4 Kota Padang yang tampil antusias dan penuh semangat mengikuti kegiatan budaya yang sarat makna sejarah ini yang bergabung dengan Kecamatan Pauh.

Pawai Telong-telong adalah pawai obor tradisional yang digelar Pemerintah Kota Padang sebagai bagian dari rangkaian perayaan hari jadi kota. Tahun ini, pawai mengusung semangat kolaborasi dan pelestarian budaya lokal, serta menjadi ajang kebersamaan antarwarga dari berbagai lapisan.

Kegiatan ini bukan sekadar atraksi budaya, namun juga menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan terdahulu. Obor yang dibawa para peserta melambangkan cahaya perjuangan, harapan, dan semangat membara dalam menjaga nilai-nilai kebudayaan Minangkabau.

Menurut data dari panitia, pawai tahun ini diikuti oleh perwakilan dari 11 kecamatan se-Kota Padang, BUMN, BUMD, sekolah/madrasah, serta organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan. Di antara peserta, tampak rombongan MIN 4 Kota Padang tampil kompak dengan membawa obor khas yang dihias dengan ornamen Minang.

Wali Kota Padang Fadly Amran, yang turut hadir dan membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan bahwa pawai ini lebih dari sekadar tontonan. “Pawai Telong-telong bukan hanya sekadar atraksi budaya. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi lintas elemen masyarakat sekaligus pengingat akan semangat perjuangan para pahlawan dalam mengusir penjajah di masa lalu,” ujarnya, didampingi Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir.

Kepala MIN 4 Kota Padang, Desniwati, mengungkapkan rasa bangganya atas partisipasi para siswa dan guru dalam kegiatan ini. “Hari jadi Kota Padang merupakan hari yang bersejarah bagi warga Kota Padang,” ujarnya. Ia menambahkan, “Setidaknya dengan ikut serta memeriahkan Pawai Telong-telong ini sebagai wujud kita mengingat dan mempertahankan sejarah serta kebudayaan Kota Padang.”

Pawai digelar pada Rabu malam, 6 Agustus 2025, dimulai dari Masjid Agung Nurul Iman dan berakhir di halaman Gedung Bagindo Aziz Chan. Rute yang dilalui para peserta dipadati masyarakat yang antusias menyaksikan iring-iringan obor, kendaraan hias dan pertunjukan budaya di sepanjang jalan.

Pemerintah Kota Padang menyiagakan personel keamanan dan petugas lalu lintas guna memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib. Di beberapa titik, disediakan pos kesehatan dan air minum bagi peserta dan penonton.

Pawai Telong-telong bukan sekadar bagian dari perayaan ulang tahun kota, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan kultural. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya sejarah perjuangan bangsa serta memupuk kecintaan terhadap budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Kota Padang.

Selain itu, momentum ini menjadi ruang ekspresi kreatif dan kebersamaan masyarakat. Pawai ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat umum dalam membangun semangat kebersamaan dan cinta tanah air.

Kegiatan berlangsung meriah, penuh warna, dan nuansa semangat perjuangan. Dentuman musik tradisional dan sorakan penonton menambah kemeriahan malam itu. Setiap kelompok peserta menampilkan kreativitas masing-masing, mulai dari busana, alat musik tradisional, hingga bentuk obor yang unik.

Pesta kembang api menghiasi Langit Kota Padang pada akhir kegiatan. (dpr)