Padang, humas – MIN 4 Kota Padang menjadi sorotan nasional setelah menjadi tujuan kunjungan tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia. Kunjungan yang berlangsung pada Kamis dan Jumat, 30-31 Mei 2024 ini, bertujuan untuk melaksanakan evaluasi terkait efektivitas program Pengarusutamaan Gender dan Perlindungan Anak di madrasah-madrasah di lingkungan Kemenag Kota Padang, sesuai dengan Surat Tugas nomor: 1046/IJ/05/2024.
Tim Itjen yang dipimpin oleh Pengendali Teknis Ali Yuddin, dengan Ketua Tim M. Maftuhul Haq dan anggota Slamet Susanto, disambut hangat oleh pihak MIN 4 Kota Padang. Ali Yuddin menjelaskan alasan pemilihan MIN 4 Kota Padang sebagai lokasi kunjungan ini. "Salah satu alasan MIN 4 Padang ini kami tuju adalah, selain MIN 4 ini pernah dinobatkan sebagai MIN Kota Padang terbaik dalam kategori madrasah ramah anak (MRA), kami juga bertekad MIN 4 Kota Padang ini dapat menjadi pilot projek MRA untuk Madrasah Ibtidaiyah lainnya di Kota Padang ini," ujarnya.
Kepala MIN 4 Kota Padang, Desniwati, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tersebut. “Selamat datang tim Inspektorat Jenderal Kemenag RI di MIN 4 Kota Padang, kami sangat tersanjung atas kunjungan spesial di madrasah kami ini,” ucap Desniwati. Ia menambahkan, “Atas kunjungan, bimbingan dan masukan yang telah diberikan TIM Inspektorat Jenderal Kemenag RI kepada MIN 4 Kota Padang, kami akan emban amanah sebagai madrasah ramah anak lebih baik lagi ke depannya dan sebagai pilot projek dari madrasah lainnya khususnya di Kota Padang.”
Kunjungan tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dari siswa-siswi MIN 4 Kota Padang. Para tamu disambut dengan tarian tradisional khas Minangkabau, stand-up comedy, dan penampilan solo song. Kehadiran seluruh warga MIN 4 Kota Padang menambah semarak acara, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Dengan evaluasi ini, diharapkan program Pengarusutamaan Gender dan Perlindungan Anak madrasah-madrasah di Kota Padang dapat semakin efektif, serta MIN 4 Kota Padang dapat menjadi contoh yang inspiratif bagi madrasah lainnya. (dpr)