Padang, humas – Kegiatan prosesi Baarak Bako dan Malam Bainai di MIN 4 Kota Padang semakin semarak dengan kehadiran makanan khas Minangkabau. Acara yang berlangsung di Aula Pakiah Kanduang MIN 4 Kota Padang ini dihadiri oleh pengawas madrasah, pengurus komite, serta masyarakat Koto Lua Pauh Sabtu (22/02).

Berbagai hidangan khas Minangkabau tersaji dalam acara ini, seperti randang, samba limo suku, samba lado tanak, kalio, banak, kurma, dendeng, gulai ikan, samba lado, daging asam padeh, pangek masin, wajik, serta aneka kue dan buah-buahan.

Kepala MIN 4 Kota Padang, Desniwati, menjelaskan bahwa kegiatan makan bersama ini merupakan pelengkap dari prosesi Baarak Bako dan Malam Bainai. “Makan bersama ini untuk melengkapi rangkaian kegiatan Baarak Bako dan Malam Bainai setelah anak-anak kelas 6 menyelesaikan ujian praktik selama delapan hari yang lalu,” ujar Desniwati. “Kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara madrasah, wali murid, dan warga sekitar,” tambahnya.

Ketua bidang acara, Yuli Amdani, menegaskan bahwa tradisi makan bersama ini bukan menjadi bagian dari acara, tetapi sebagai sarana edukasi bagi siswa. “Kita makan dengan adat jamba dan dulang, bukan  bagian dari Baarak Bako atau Malam Bainai, tetapi ini untuk mengenalkan kepada anak-anak bahwa di Minangkabau terdapat tradisi makan bajamba,” jelasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Pengawas Madrasah, Zainab, beserta anggota pengawas lainnya, yaitu Ikrimah, Idriyeni, dan Erdamawati. Selain itu, seluruh warga MIN 4 Kota Padang juga ikut serta dalam makan bersama ini.

Menariknya, kegiatan ini diprakarsai oleh para wali murid kelas 6 yang tidak hanya menyiapkan hidangan, tetapi juga memberikan penjelasan mengenai jenis lauk dan makanan khas yang disajikan kepada anak-anak mereka. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai budaya Minangkabau tetap lestari dan dikenalkan kepada generasi muda.(dpr)