Padang, humas - Pada tanggal 4 Mei 2024, Aula Pakiah Kanduang menjadi saksi dari acara bersejarah di MIN 4 Kota Padang, yakni Batagak Gala. Acara yang diselenggarakan oleh pihak madrasah ini dihadiri oleh seluruh siswa kelas enam beserta para guru.

Kepala MIN 4 Kota Padang, Desniwati, menjelaskan pentingnya ujian praktek dalam bidang studi budaya alam Minangkabau (BAM) bagi para siswa. Menurutnya, pemahaman dan praktik terhadap budaya tersebut sangat penting, mengingat nilai-nilai tersebut merupakan warisan turun-temurun yang harus dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda.

Salah satu guru kelas enam, Efna Yulita, turut memberikan pemahaman lebih dalam tentang arti dari praktek Batagak Gala. Dia menjelaskan bahwa dalam budaya Minangkabau, pemberian gelar kepada seorang anak laki-laki merupakan bagian dari proses penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Gelar tersebut bukan hanya sekadar panggilan, tetapi juga mencerminkan identitas dan status sosial dalam masyarakat.

Dalam pelaksanaan Batagak Gala, siswa kelas enam MIN 4 Kota Padang tampak sangat antusias. Mereka dengan penuh semangat terlibat dalam setiap tahapan kegiatan, menunjukkan minat yang besar terhadap warisan budaya nenek moyang mereka.

Salah satu siswa, Lulu, menyampaikan kesan dan pemahamannya terhadap praktek Batagak Gala. Menurutnya, acara tersebut memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang proses pemberian gelar adat dalam budaya Minangkabau. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut berhasil memberikan dampak positif bagi para siswa dalam memahami dan melestarikan budaya lokal.

Dengan demikian, Batagak Gala di MIN 4 Kota Padang bukan hanya sekadar sebuah acara, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya alam Minangkabau kepada generasi muda. Acara seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan untuk menjaga keberlanjutan dan kelestarian budaya lokal di tengah-tengah masyarakat. (dpr)